Hubungan antara Nafas, Suara dan OM̐ dalam Meditasi


Donasi Konten PDF – 12 bulan

Rp 100.000,00
Donasi
Login

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik Disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran.

Identitas nafas dengan jiwa individu, Atman (Diri)

Diri adalah nafas dari nafas (Kena Upanishad 1: 2)

Diri halus di dalam tubuh yang hidup dan bernapas direalisasikan dalam kesadaran murni di mana tidak ada dualitas (Mundaka Upanishad 3: 1: 9).

Nafas adalah Yang Nyata, dan Realitasnya adalah Diri (Brihadaranyaka Upanishad 2.1.20).

Diri adalah Kebenaran dari Kebenaran, dan sesungguhnya Nafas adalah Kebenaran, dan Diri adalah Kebenaran dari Nafas (Brihadaranyaka Upanishad 2.3.6).

Dia yang menghirup dengan Anda menarik napas adalah Diri Anda. Dia yang menghembuskan nafas dengan menghembuskan nafas adalah Diri-mu (Brihadaranyaka Upanishad 3.4.1).

Nafas lebih dari sekedar materi individu, itu juga merupakan jembatan menuju kesadaran tanpa batas, menjadi kehadiran dan tindakan Tuhan yang hidup (Brahman).

O Prana, Tuhan Pencipta, Engkau seperti nafas yang berdiam di dalam tubuh” (Prashna Upanishad 2.7).

Ketika seseorang bernafas, dia mengenalnya sebagai nafas (Brihadaranyaka Upanishad 1.4.7).

Self-bercahaya adalah makhluk itu, dan tidak berbentuk. Dia tinggal di dalam semua dan tanpa semua. Dia belum lahir, murni, lebih besar dari yang terbesar. Dari dia lahir nafas (Mundaka Upanishad 2.1.2, 3).

Karena nafas naik dari Tuhan, itu bisa diputuskan kembali menjadi Tuhan.

Nafas adalah bagian dari Brahman” (Chandogya Upanishad 4.9.3).

Nafas itu sendiri ilahi.

Makhluk yang merupakan nafas di dalam – dia yang saya renungkan sebagai Brahman” (Brihadaranyaka Upanishad 2.1.6).

Nafas adalah Yang Abadi” (Brihadaranyaka Upanishad 1.6.3).

Orang yang bersinar dan abadi yang bernafas adalah Diri, adalah Brahman (Brihadaranyaka Upanishad 2.5.4).

Yang manakah Tuhan itu? Nafas. Dia adalah Brahman (Brihadaranyaka Upanishad 3.9.9).

Mereka yang mengetahui nafas nafas… telah merealisasi Brahman purba kuno (Brihadaranyaka Upanishad 4.4.18).

Nafas adalah Brahman yang tertinggi. Nafas tidak pernah meninggalkan dia yang, dengan mengetahui demikian, merenungkannya. Setelah menjadi dewa, ia pergi ke dewa (Brihadaranyaka Upanishad 4.1.3).


Buku Spiritual Darsana Keesaan
Ulasan Lebih Detail Dimuat Pada Buku

"DARSANA KEESAAN"

Detail Buku


Berbagi adalah wujud Karma positif

Berbagi pengetahuan tidak akan membuat kekurangan

Life Sloka