Hubungan antara Nafas, Suara dan OM̐ dalam Meditasi


Donasi Konten PDF – 12 bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik Disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran.

Suara yang membebaskan

Mengapa kita menggunakan suara dalam meditasi?

Dengan suara seseorang menjadi terbebaskan [Anavrittih shabdai], adalah syair penutup dari Brahma Sutra (4.4.22).

Bagaimana bisa begini? Mengapa kita menggunakan suara dalam meditasi? Mengapa tidak menggunakan salah satu indera atau kemampuan lainnya, karena sentuhan, penglihatan, rasa, dan penciuman juga harus memiliki bentuk yang semakin halus hingga mencapai titik kemunculannya?

Benar bahwa keempat indria ini memang memiliki bentuk-bentuk halus, tetapi hanya suara yang mencapai titik tertinggi kemunculan. Lima indera berhubungan dengan lima unsur yang terdiri dari segala hal. Unsur-unsur tersebut adalah eter (akasha), udara (vayu), api (agni), air (apah), dan bumi (prithvi). Yaitu, bentuk paling kasar mereka adalah bentuk suara (shabda), sentuhan (sparsha), penglihatan (drishti), pengecap (rasa), dan bau (gandha) seperti yang dikenali oleh indera jasmani.

Karena itu kita menggunakan istilah-istilah ini untuk merujuk pada mereka. Tetapi unsur air bukan hanya cairan yang kita sebut air, tetapi lebih dari itu, memiliki akar di bidang astral dan kausal. Hal yang sama berlaku untuk elemen lainnya. Ketika wujud relatif, individu atau kosmik dimulai, ada rantai manifestasi. Pertama, keluarnya kesadaran itu sendiri.

Modifikasi pada tingkat kosmik ini adalah munculnya Mahat Tattwa, Unsur Agung, yaitu Personal atau Saguna Brahman. Dalam diri individu inilah pengertian asmita : ke-aku-an.

Kemudian Pradhana (Prakriti) mengubah dirinya menjadi lima elemen, dimulai dengan eter, dan setiap elemen berikutnya mengandung di dalam dirinya sendiri beberapa elemen sebelumnya. Artinya, udara bercampur dengan beberapa eter. Api memiliki beberapa elemen eter dan udara. Air memiliki api, udara, dan eter. Bumi memiliki air, api, udara, dan eter. Jadi hanya eter yang tidak tercampur, dan hanya eter yang menyentuh prinsip kesadaran, hanya eter yang bersentuhan langsung dengan Jiwa.

Namun eter (akasha) meliputi semua elemen lain sebagai konstituen utama mereka – sebenarnya sebagai sumber dan elemen inti mereka. Suara adalah kualitas (atau kemampuan) eter; sentuhan adalah kualitas udara; penglihatan adalah kualitas api; rasa adalah kualitas air; dan bau adalah kualitas bumi. Suara, kemudian, adalah satu-satunya hal yang mencapai kembali prinsip kesadaran. Elemen lainnya berhenti di suatu tempat di sepanjang jalan. Suara, kemudian dapat memengaruhi semua elemen.

Lima elemen juga sesuai dengan lima tingkatan atau badan yang dikenal sebagai kosha: badan anandamaya, jnanamaya, manomaya, pranamaya, dan annamaya. Ini adalah kemauan, intelektual, mental (sensorik), biomagnetik, dan tubuh fisik.

Badan tertinggi (paling halus) adalah badan eterik (anandamaya kosha) yang merupakan tempat suara atau ucapan.  Empat elemen lainnya hanya memiliki satu fakultas atau kekuatan, tetapi akasha memiliki dua fakultas atau kekuatan: Vak dan Shabda (Berbicara dan Mendengar).


Buku Spiritual Darsana Keesaan
Ulasan Lebih Detail Dimuat Pada Buku

"DARSANA KEESAAN"

Detail Buku


Berbagi adalah wujud Karma positif

Berbagi pengetahuan tidak akan membuat kekurangan

Life Sloka