Hubungan antara Nafas, Suara dan OM̐ dalam Meditasi


Donasi Konten PDF – 12 bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik Disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran.

Bagian dalam dan luar

Ada dua nafas, nafas luar dan nafas dalam halus yang memproduksinya. Dan ada ucapan luar dan ucapan batin halus yang darinya ia muncul. Dengan memusatkan kesadaran kita pada nafas dan suara luar dan menggabungkannya, kita membuat diri kita sadar akan Nafas batin dan Suara Kehidupan.

Mereka terjadi pada waktu yang sama dan dalam durasi yang sama. Dengan menyelaraskan diri kita dengan mereka, kita menyesuaikan diri kita dengan semangat asal mereka. Semakin banyak perhatian yang kita berikan pada nafas dan OM̐, semakin halus jadinya sampai mereka menampakkan diri sebagai tindakan pikiran, dan akhirnya terdiri dari bahan-pikiran (chitta) itu sendiri.

Bukan “Benda atau Objek”

Ketika kita memeriksa sifat mereka, kita melihat bahwa nafas dan suara OM̐ bukanlah “suatu hal seperti benda atau objek”, tetapi proses yang memiliki kekuatan untuk menarik kita ke titik inti dari mana mereka muncul: jiwa individu itu sendiri yang sifatnya adalah kesadaran. Dengan cara ini, Diri yang murni memanifestasikan dan mengerjakan kehendaknya, mengubah semua
tingkat keberadaan kita.

Diri dan Diri Tertinggi

Ada banyak pernyataan tulisan suci bahwa OM̐ adalah Diri kita sendiri atau Atman, seperti: “

Diri adalah sifat dari Suku Kata OM. Jadi Suku Kata OM adalah Diri Sendiri ”(Mandukya Upanishad 1, 8).

Renungkan OM sebagai Diri (Mundaka Upanishad 2.2.3-6).

Dalam Kena Upanishad kita juga menemukan:

“Diri adalah nafas nafas” (Kena Upanishad 1: 2).

Dan dalam Mundaka Upanishad (3: 1: 9):

Diri halus di dalam tubuh yang hidup dan bernapas direalisasikan dalam kesadaran murni di mana tidak ada dualitas.

Di Luar Diri adalah Diri Tertinggi – Brahman – dan kitab suci mengatakan kepada kita bahwa OM adalah Brahman juga.

OM adalah Brahman, Makhluk Purba (Brihadaranyaka Upanishad 5.1.1).

OM adalah Brahman tertinggi” (Shvetashvatara Upanishad 1: 7).

OM adalah Brahman (Taittiriya Upanishad 1.8.1).

Dan mereka memberi tahu kita hal yang sama tentang nafas. Chandogya Upanishad (4.9.3):

Nafas adalah bagian dari Brahman.

Brihadaranyaka Upanishad 2.1.6) mengatakan ini:

Makhluk yang adalah nafas di dalam – dia yang saya renungkan sebagai Brahman.… Yang bernafas adalah Diri-Mu, yang ada di dalam semua.… Yang menghembuskan adalah Diri-Mu , yang ada di dalam semua.… Nafas adalah tempat tinggal Brahman.


Buku Spiritual Darsana Keesaan
Ulasan Lebih Detail Dimuat Pada Buku

"DARSANA KEESAAN"

Detail Buku


Berbagi adalah wujud Karma positif

Berbagi pengetahuan tidak akan membuat kekurangan

Life Sloka