Sahabat Yang Setia


Mengisahkan dua orang yang bersahabat dengan sangat setia. Mereka ini suka minum dan mabuk-mabukan, sebut saja namanya Amṛta dan Nektar.

Pada suatu ketika si Nektar mengalami sakit kronis hingga di bawa ke RSU dan akhirnya meninggal. Saat pemakamannya, si Amrta sangat sedih kehilangan satu-satunya sahabat yang sangat setia menemani disetiap keadaan baik maupun susah. Berselang beberapa hari si Amrta mengunjungi pemakaman temannya.

Amrta : Sobat, ini aku bawakan minuman kesukaan mu, aku tau semasa hidupmu kamu nggak akan bisa tanpa ada minuman di dekatmu. Semoga kamu bisa menikmati nya di alam sana. Tiap hari aku akan membawakan lagi kesukaanmu.

Hampir sudah berjalan setahun, dan setiap hari si Amrta dengan setianya selalu membawakan minuman yang memabukan.

Dan pada suatu hari di pemakaman dia mengatakan pada sahabatnya itu :
Sobat,.. ini aku bawakan minuman yang banyak sekali, agar kamu bisa simpan disana. Aku mungkin akan jarang datang mengunjungimu kesini.

Oh iya, sobat… katakanlah padaku bagaimana keadaamu disana? sedang apakah kamu dihari harimu?
Aku tau kamu nggak akan bisa menjawabnya, tapi paling tidak kamu bisa memberitaukan sahabatmu ini meskipun hanya lewat mimpi.

Sehabis itu diapun pulang kerumah.
Pada malam harinya, dan memang benar dia memimpikan sahabatnya si Nektar itu.

Dalam mimpi si Amrta melihat sahabatnya hanya duduk bengong di suatu tempat yang sangat tidak layak, bahkan pakaiannya pun sangat tidak nyaman untuk dipandang. Terlihat sangat jauh untuk kehidupan orang normal. Si Nektar tanpa berkata apapun, dia hanya ditemani minuman yang si Amrta berikan.

Begitu terbangun dari mimpi, si Amrta jadi tambah sedih dan sangat kasihan akan sahabatnya itu.
Diapun ikut terbengong seolah menyesali akan apa yang dia lakukan selama ini.

Dalam dirinya dia berpikir penuh gejolak :
Jika aku yang mati, siapakah orang yang membawakanku minuman setiap hari ? adakah sahabatku yang lain setia untuk membawakan aku minuman tiap hari seperti apa yang aku lakukan pada temanku itu?
Jikapun ada dari mereka, sampai berapa lamakah dia mampu membawakan aku miniuman? Saat dia meninggal juga… siapa yang memberikannya lagi padaku?

Semua pertanyaan itu membuatnya dia tidak bergaerah lagi untuk minum seperti biasanya.
Dan kini diapun berusaha untuk berhenti minum, dia berjuang dengan penuh penderitaan untuk melawan keinginannya itu. Dan pada suatu hari ternyata dia berhasil melewati hari-hari kritis masa perjuangannya itu.

Habis itu, timbul lagi permasalahan baru dengan temannya.

Diapun mulai berpikir bagaimana caranya agar temannya yang di alam sana juga ikut berhenti minum, dan bagaimana caranya memberitaukan dia.

Dia mendapatkan suatu ide gila untuk mengalihkan kesukaan temannya. Diapun langsung begegas ke pemakaman sambil membawakan oleh-oleh.

Di pemakaman dia mengatakan :
Sobat, maafkan temanmu ini, aku tak bisa lagi membawakan minuman kesukaanmu karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk membeli minuman yang mahal itu, aku sudah tidak punya uang yang banyak lagi untuk membeli semua itu. namun janganlah engkau kecewa..
ini aku bawakan buah-buahan Anggur yang banyak dan sama enaknya juga memabukan seperti minuman itu.
Cobalah kamu pasti suka. Jika kamu tak suka, kamu bisa menyampaikan lewat mimpi seperti waktu itu.
Ohh iya, sobat.. aku akan pergi untuk waktu yang lama, mohon doakan sahabatmu ini agar berhasil di tujuanku. Dan aku aberjanji padamu, aku akan datang kemari lagi nanti.

Sesampainya di rumah, lagi lagi dimalam harinya dia memimpikan sahabatnya itu. Kini sahabatnya yang datang di dalam mimpi mengatakan :
Hai sobat, aku kemari untuk mengucapkan terimakasih karena hanya kaulah sahabatku yang peduli padaku penuh perjuangan mendoakan serta membawakan sesaji makanan dan minuman.
Aku berjanji akan membalas semua itu dengan segala upaya dan caraku sendiri untukmu, bersabarlah sobat.

Begitu sadar dari pimpi, si Amrta lagi merenung hal lainnya tentang bagaimana caranya agar dia bisa ketemu dengan sahabatnya itu dan mengajaknya untuk melakukan sesuatu lebih baik dialam sana.

Kini diapun menemukan cara baru dan caranya itu sangat ektrem sekali dikalangan orang awam seperti dia. Dia berencana berangkat hari itu juga untuk mencari seorang Guru yang mampu menuntunnya untuk lepas dari keterikatan dengan sahabatnya dan ikatan dunia ini.

Mulai dari iklan TV, brosur, majalah dan iklan-iklan di internet yang bertebaran, tak satupun dari mereka yang bersedia memberikan pelajaran apalagi menerima dia sebagai muridnya. Maklum saja karena saat ini dia sudah tidak seperti dulu lagi punya banyak uang untuk membayar semua itu.

Ditengah ke keputusasaannya itu, ada seseorang menghampirinya : Nak, anda ini sedang mencari apa sampai semua brosur iklan yang ada kamu buang sedemikian ?.

Si Amrta pun menjawabnya sambil tetap menunduk pasrah, dengan tanpa memandang wajah yang diajak bicara: Kisanak benar, saya sedang hendak mencari seorang guru spiritual, namun saya tidak punya cukup uang untuk membayar mereka.

Orang itu kemudian mengatakan :
Nak, di sebelah sana, beberapa kilometer dari sini ada rumah sederhana dengan disekelilingnya perkebunan kecil disana ada orang tua yang sebenarnya adalah seorang Guru, orang disekitarnya tidak ada yang mengetahaui kebenaran itu, cobalah kesana semoga dia bisa membantumu.

Sehabis berkata begitu, hanya sekejap saja, setelah si Amrta hendak menolehnya, orang itu tidak ada dihadapannya, entah kemana perginya.
Diapun heran.. kok bisa mendadak hilang ?
Dia jadi teringat.. jangan-jangan itu roh temanku.. yang pernah bilang dimimpi akan memberikanku imbalan.. Ahh.. sudahlah aku lebih baik coba kesana dulu.

Setibanya disana, memang benar, ada seorang lelaki tua, penampilannya sederhanya dan rautmukanya begitu terkesan bersih, sangat nyaman dipandang.
Singkat cerita dia pun diterima dengan baik di sana, dan menjadikan si Amrta sebagai muridnya.
Lama dia belajar disana tentang hal-hal kehidupan dan pencapaian untuk pelepasan diri.
Hingga pada suatu saat, si Amrta berpamitan pada Gurunya untuk datang menjenguk temannya yang sudah meninggal, karena dia sudah berjanji akan datang menemuinya jika sudah berhasil dalam tujuannya.
Dan Guruya pun memberikan ijin akan hal itu.

Sampainya dirumah, si Amrta tidak lagi ke pemakaman untuk menjenguknya. Namun kini dia menggunakan kekuatan yoganya yang dia dapatkan untuk bisa mengetahui keberadaan temannya.

Singkat cerita dia kini berusaha mencari keberadaan roh temannya itu. Memang lama dan susah seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Namun akhirnya dia berhasil menemukan temannya itu.

Kini diceritakan mereka saling berbincang bincang.

Nektar : Hi.. sobat, kenapa kamu bisa sampai kemari menemuiku, ada apa denganmu? apakah kamu sudah sepertiku?

Amrta : Ooo.. tidak sobat, aku baik-baik saja di dunia sana, aku kesini hanya untuk menunjukan sesuatu tentang hal-hal yang kamu tak dapatkan semasa hidupmu dulu. Aku tidak membawakanmu minuman seperti dulu itu lagi ataupun buah-buahan anggur, namun aku membawakanmu minuman yang jauh lebih memabukan untukmu dan minuman ini membuat kedamaian jiwamu disini. Kamu tak akan lagi tinggal di tempat kotor seperti ini lagi, aku akan mengajakmu ke tempat yang jauh lebih layak untuk agar kau bisa melanjutkan apa yang akan aku berikan padamu nanti.

Singkat cerita, si Amrta menurunkan ajaran Gurunya dan menuntun si Nektar mencapai tingkat keadaan Jiwa yang lebih bersih. Tiap lapisan dari tubuh halus si Nektar perlahan terpisah satu sama lainnya dan kini hanya tinggal bagian paling dalam.

Di saat mencapai bagian ini si Nektar tak dapat berucap apapun, mendengar, merasakan, dll.. karena semua bagian tubuh lainnya telah menghilang. Dan diamnya itu dengan jelas dapat dimengeti oleh temannya si Amrta.

Singkat cerita si Amrta berucap : Sobat, kini engkau telah mencapai apa yang seharusnya engkau miliki, aku undur diri dan kembali ke duniaku dulu, tak akan lama setelah ini kita akan ketemu lagi dalam keadaan yang berbeda di tempat yang lainnya.

Sesudah si Amrta kembali ke tubuhnya, sejenak dia hanya sempat menuliskan kisah ini dalam sebuah catatan kecil dan diapun beberapa saat setelah itu meninggalkan tubuhnya juga dan meninggal dengan tenang


Berbagi adalah wujud Cinta

Berbagi pengetahuan tidak akan membuat kekurangan