Hadiah Raja


Suatu ketika ada seorang raja yang menghadiahkan putrinya kalung berlian yang indah. Beberapa hari kemudian kalung itu hilang. Dia  mencari kemana-mana tetapi tidak bisa menemukannya. Beberapa mengatakan seekor burung mungkin telah mencurinya. Raja kemudian meminta mereka semua untuk mencarinya dan memberikan hadiah istimewa untuk siapa saja yang menemukannya.

Suatu hari seorang pegawai sedang berjalan pulang di sepanjang sungai di sebelah kawasan kerajaan. Sungai ini benar-benar tercemar, kotor dan bau. Saat dia berjalan, petugas melihat berkilauan di sungai dan ketika dia melihat, ada kalung berlian. Dia memutuskan untuk mencoba menangkapnya sehingga dia bisa mendapatkan hadiah istimewa itu. Dia meletakkan tangannya di sungai yang kotor dan meraih kalung itu, tetapi entah bagaimana dia tidak menangkapnya. Dia menarik tangannya dan melihat lagi dan kalung itu masih ada di sana. Dia mencoba lagi, kali ini dia berjalan di sungai dan mengotori pakaiaanya di sungai yang kotor itu dan meletakkan seluruh lengannya untuk menangkap kalung itu. Tapi dia tetap tidak bisa, dia masih merindukan kalung itu! Dia keluar dan mulai berjalan pergi, merasa kesal dan marah.

Kemudian beberapa waktu lagi dia kembali melihat kalung itu, di sana. Kali ini dia bertekad untuk mendapatkannya, tidak peduli apapun resikonya. Dia memutuskan untuk terjun ke sungai, meskipun itu hal yang menjijikkan untuk dilakukan karena sungai itu tercemar, dan seluruh tubuhnya akan menjadi kotor. Dia terjun, dan mencari di mana-mana kalung itu, tetapi dia gagal. Kali ini dia benar-benar bingung dan keluar dengan perasaan sangat tertekan bahwa dia tidak bisa mendapatkan kalung yang akan memberinya hadiah besar.

Saat itu seorang suci yang sedang berjalan, melihatnya, dan bertanya kepadanya apa masalahnya. Petugas itu tidak mau berbagi rahasia dengan orang itu, mengira orang itu akan mengambil kalung itu untuk dirinya sendiri, jadi dia menolak untuk memberi tahunya.

Tetapi orang itu dapat melihat pria ini bermasalah dan berbelas kasih, sekali lagi meminta petugas untuk menceritakan masalahnya dan berjanji bahwa ia tidak akan memberi tahu siapa pun tentang hal itu.

Petugas itu mengumpulkan keberanian dan memutuskan untuk memercayai orang suci itu. Dia memberi tahu orang suci tentang kalung itu dan bagaimana dia mencoba dan mencoba menangkapnya, tetapi terus gagal. Orang suci itu kemudian memberi tahu dia bahwa mungkin dia harus mencoba melihat ke atas, ke arah cabang-cabang pohon, bukannya di sungai yang kotor. Petugas itu kemudian melihat ke atas dan benar, kalung itu tergantung di cabang pohon.

Pesan Moral:

Kebahagiaan materi seperti sungai yang kotor dan tercemar; karena itu hanyalah refleksi kebahagiaan di dunia spiritual. Kita tidak akan pernah bisa mencapai kebahagiaan yang kita cari, tidak peduli seberapa keras kita berusaha dalam kehidupan materi. Sebaliknya kita harus melihat ke atas, ke arah Tuhan, yang merupakan sumber kebahagiaan sejati, dan berhenti mengejar refleksi kebahagiaan ini di dunia material.



Berbagi adalah wujud Karma positif

Berbagi pengetahuan tidak akan membuat kekurangan