Lapisan Tubuh | Life Sloka

Tubuh, Pikiran dan Jiwa


Secara umum kita hidup dalam dua tubuh, yang pertama adalah tubuh fisik, yang diungkapkan oleh indera, dan yang lainnya adalah tubuh energi yang halus, atau tubuh astral, yang diungkapkan oleh persepsi intuitif.

Kita mungkin berpikir bahwa sains tidak dapat mendukung realitas konsep tersebut, tetapi teori string, khususnya cabang teori string yang dikenal sebagai teori-M, memberi kita kerangka kerja ilmiah untuk membantu kita memahami bagaimana energi halus semacam itu dapat eksis.

Teori-M menunjukkan bahwa kita secara terus-menerus dan simultan ada dalam dua alam, di alam semesta fisik tiga dimensi, dan di alam energi dua dimensi yang luas, tersembunyi di balik indera-indera, energy murni yang disebut “kosmos”

Menurut teori-M, Cincin berupa energi halus itu adalah string frekuensi yang bergetar sangat tinggi. Cincin berupa sinar ini bergetar pada frekuensi yang terlalu tinggi untuk dideteksi oleh indra kita atau instrumen ilmiah fisik. Lebih lanjut, teori-M menunjukkan bahwa lautan energi berfrekuensi tinggi ini secara tak terlihat menembus alam semesta fisik di setiap titik. Dengan demikian cincin sinar seringkali tidak terlihat oleh indera kita yang sebenarnya selalu mengelilingi dan menembus tubuh fisik dan dunia kita.

Para mistikus memberi tahu kita bahwa tubuh halus kita adalah sumber cahaya yang dilihat sebagai aura.

Lebih penting lagi, teori-M juga menunjukkan bahwa seluruh alam semesta fisik kita adalah proyeksi holografik. Dalam dunia fisik kita, hologram adalah film dimensi yang dengannya cahaya dapat dibuat untuk berinteraksi untuk memproyeksikan gambar tiga dimensi. Hologram alam semesta kita adalah bentuk dari dimensi cahaya yang dengannya frekuensi tinggi dari energi berinteraksi untuk memproyeksikan seluruh alam semesta tiga dimensi kita menjadi bentuk nyata.

Inilah yang dikatakan oleh orang-orang suci dan orang bijak selama ribuan tahun: alam fisik diciptakan dan ditopang oleh energi halus

Semuanya diciptakan dari materi roh atau jiwa [energi frekuensi tinggi yang dipandu secara cerdas] sebelum ia diciptakan secara fisik; tata surya, matahari, bulan, bintang, planet, kehidupan di planet, gunung, sungai, laut, dll.

Tubuh energi kita adalah “cetakan yang cemerlang” yang menghasilkan tubuh fisik secara khusus dan terus-menerus menopang proyeksi holografik yang dirasakan oleh indera kita sebagai tubuh fisik.

Lebih penting lagi, para mistikus memberi tahu kita bahwa ketika kita mati, aspek-aspek penting dari siapa kita ini terus ada terekam dalam tubuh halus, yang saling menembus, yang kita miliki. Tubuh halus yang sering dikenal dengan tubuh astral (salah satu dari 5 bagian tubuh)  itu menyerupai bentuk hampir mirip dengan tubuh fisik.

Tubuh asral tidak mati ketika kita tubuh fisik mati. Dia menggeser kesadaran dan kecepatan getaran.

Tubuh mati tetapi medan kuantum spiritual berlanjut.

Lima Lapisan Tubuh Manusia

Dalam Hindu, tubuh manusia terdiri dari lima lapisan yang disebut “Panca Kosha”. Lima Koshas berjalan dari luar ke dalam dalam tingkat kehalusan yang semakin besar:

1. Tubuh Fisik (Anna Maya Kosha)

Selubung ini mewakili tubuh fisik, ekspresi secara kasar ‘biasa’ dari tubuh kita yang dapat kita lihat, sentuh, dan rasakan. Kata Sansekerta Anna berarti makanan, dan kata maya berarti penampilan. Ini adalah tempat makanan, dipelihara oleh dan diciptakan oleh asupan makanan kita sehari-hari. Anna maya kosha adalah tubuh fisik kita, aspek paling akrab dari keberadaan kita. Saat kita berlatih yoga asana, tubuh fisik adalah titik awal dari pengalaman kita.

Meskipun tubuh fisik kita adalah sejenis dalam satu paket, yang terdiri dari daging, kulit, tulang, organ, dan darah, mereka juga merupakan energi, sama seperti lapisan tubuh lainnya yang tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh kebanyakan orang.

Meskipun tubuh fisik adalah aspek yang paling nyata dari diri kita, sangat sedikit dari kita yang benar-benar merasakan di mana organ kita berada atau apa yang terjadi di dalam tubuh kita.

2. Tubuh Eterik / Astral / Energi (Prana Maya Kosha)

Etheric dari kata “ether” lapisan tubuh energi, terletak kira-kira seperempat hingga setengah inci tetapi tidak lebih dari satu inci dari tubuh fisik. Praktisi kedokteran energi yang mahir merasakan lapisan ini secara digambarkannya seperti bersinar berada di luar tubuh atau yang sering disebut Aura. Warnanya beragam tergantung kepribadian seseorang. Tubuh eterik juga telah disebut sebagai blueprint atau holografis dari tubuh fisik.

Prana berarti energi, tetapi bukan energi dalam arti kata yang biasa. Sebaliknya, prana adalah kekuatan hidup, energi vital yang mengalir melalui dan menghidupkan semua untuk sistem fisik. Nafas adalah ekspresi prana yang paling fisik, dan prana berhubungan erat dengan nafas. Kesadaran napas dan praktik pernapasan, yang disebut pranayama, meningkatkan dan memfasilitasi aliran prana dalam tubuh dan menyeimbangkan aliran kekuatan kehidupan ke semua sistem fisik.

Ini juga tipe tubuh yang dimiliki seseorang di dunia astral, di mana kebanyakan makhluk hidup setelah kematian. Itu terbuat dari prana, atau kekuatan hidup. Tidak terkena dingin atau panas atau kondisi alam lainnya. Itu persis seperti bentuk fisik yang dimiliki seseorang seseorang. Tubuh astral tidak dilahirkan seperti tubuh fisik, tetapi diwujudkan melalui kehendak kosmik.

Pranamaya kosha ini menembus dan membungkus tubuh fisik dengan ukuran lebih besar. Begitu kita menjadi peka terhadap energi di dalam dan di sekitar kita, kita akan mulai mengenali tanda-tanda getaran yang kita dan orang lain tinggalkan di sebuah tempat atau ruangan, atau bahkan pada sehelai pakaian.

Kita juga dapat memperhatikan seberapa banyak komunikasi kita dengan dunia terjadi pada tingkat yang energik. Pertimbangkan apa yang kita rasakan ketika kita berada di sebuah ruangan dengan orang yang sedang marah, kedamaian yang kita dapat temukan dengan duduk di bawah pohon rindang, transmisi energi halus yang kita dapatkan dari berada di dekat seorang guru yang baik.

3. Tubuh Mental / Emosional (Mana Maya Kosha)

Lapisan emosional tubuh ini adalah tempat perasaan berada. Lapisan ini bisa sangat tidak stabil ketika kita mengalami emosi yang sangat tinggi atau rendah.

Manas berarti pikiran, dan Mana maya kosha adalah lapisan dari kita yang diekspresikan sebagai pikiran, emosi, dan perasaan. Ini adalah kemampuan mental yang dengannya kita menyerap, memproses, dan menafsirkan input dari kehidupan kita (yang disajikan melalui indera tubuh fisik).

Mana maya kosha di mana kita berpikir, berfantasi, melamun, dan mempraktikkan mantra atau afirmasi adalah bagian dari diri kita yang menciptakan makna di luar dunia yang kita huni. Seperti halnya tubuh fisik memiliki lapisan kulit, lemak, darah, dan tulang, demikian pula tubuh mental memiliki lapisannya sendiri. Lapisan paling dangkal terdiri dari pemikiran, gambar, persepsi, dan emosi yang melintas di dunia batin kita.

Tingkatan yang lebih dalam dari manomaya kosha mengandung struktur mental yang kuat yang dibentuk oleh keyakinan, pendapat, dan asumsi yang telah kita serap dari keluarga, lingkungan dan budaya kita serta dari pola-pola mental yang terakumulasi.

Disebut samskara dalam bahasa Sansekerta, alur pikiran yang dalam ini di dalam tubuh mental menyebabkan persepsi tentang diri sendiri dan hidup berjalan dalam pola tertentu yang tetap.

Ketika memeriksa isi manomaya kosha dengan cermat, kita dapat melihat pola-pola ini, yang mengambil bentuk pikiran. Samskaras tidak hanya mewarnai pengalaman, tetapi juga membantu membentuknya, itulah sebabnya mengapa salah satu praktik paling efektif adalah memperhatikan dan mempertanyakan “cerita” yang tanpa disadari mengalir dan tersimpan dalam pikiran.

4. Tubuh Kebijaksanaan / Kesadaran (Vijnana Maya Kosha)

Ini adalah lapisan dari mana ide-ide kita muncul. Sistem kepercayaan kita juga disimpan di sini. Di sinilah pikiran kita berasimilasi dan disortir, dan di situlah kita menyimpan kebenaran pribadi kita atau lebih tepatnya persepsi kita berdasarkan pada pengalaman kita.

Bagian tubuh ini dianggap sebagai bagian dari tubuh yang halus. Vijnana berarti mengetahui, dan selubung ini mewakili pikiran yang lebih tinggi, kemampuan kebijaksanaan, yang terletak berdasarkan  pemrosesan pemikiran, pikiran reaktif.

Ini adalah tingkat keberadaan kita, yang memiliki kebijaksanaan yang lebih tinggi untuk membimbing kita melalui kehidupan dan menuntun kita ke tingkat kebenaran dan integrasi yang lebih tinggi. Ini mewakili aspek reflektif dari kesadaran kita, yang memungkinkan kita untuk mengalami wawasan yang lebih dalam tentang diri kita dan dunia di sekitar kita.

Ketika  kita menjelajahi dunia batin kita, kita mungkin mulai memperhatikan bahwa bersama dengan pikiran kita ada hal-hal yang datang dari tingkat keberadaan yang lebih dalam dan lebih halus. Rasa mengetahui batin ini berasal dari tubuh kebijaksanaan, lapisan yang terdiri dari intuisi dan kesadaran.

Jika kita asyik berkonsentrasi dalam menulis, melukis, matematika, atau bahkan memecahkan masalah, kita mengakses badan kebijaksanaan.

Seorang komposer yang saya kenal sering memainkan suara acak sampai pikirannya biasa mundur, memberi ruang bagi tubuh kebijaksanaan untuk “mengunduh” musik yang benar-benar kreatif dan baru. Teman lain memberi tahu saya bahwa ketika dia terhalang atau terjebak pada masalah pribadi atau profesi dia akan merumuskan pertanyaan tentang hal itu, kemudian duduk bermeditasi. Pada titik tertentu ketika pikirannya menjadi tenang, kebijaksanaan akan muncul.

Tubuh kebijaksanaan pada tingkat paling halusnya adalah kesadaran, mengamati bagian diri. Di sinilah kita dapat berhenti mengidentifikasi diri dengan pikiran dan deskripsi diri.

5. Tubuh Kebahagiaan / Kesadaran Atman (Ananda Maya Kosha)

Lapisan kebahagiaan manusia adalah tempat “kesadaran” atau “kesadaran ilahi” kita berada. Lapisan terakhir ini mengikat kita tidak hanya dengan kehidupan masa lalu kita tetapi juga dengan kesadaran universal.

Ini adalah Ananda berarti kebahagiaan, bukan kebahagiaan dalam arti emosi, seperti kebahagiaan atau kesenangan, tetapi pengalaman realitas yang diperluas dan tak terbatas. Orang-orang kuno memandang pengalaman tubuh kesadaran ilahi sebagai pengalaman tingkat terdalam diri kita, suatu keadaan kedamaian, kegembiraan, dan cinta yang tak terbatas.

Tubuh yang bahagia adalah bagian yang paling tersembunyi dari kita, namun kehadirannya yang halus dirasakan sebagai perasaan naluriah bahwa hidup itu layak dijalani, bahwa hidup itu baik. Kita benar-benar dilahirkan untuk menjadi bahagia, karena tubuh yang bahagia adalah lapisan terdalam dari Diri pribadi kita. Tubuh kebahagiaan dipenuhi dengan ekstasi alami, dinamisme, dan kebaikan.

Kontak dengan tubuh kebahagiaan berkembang melalui latihan, terutama praktik seperti mantra, meditasi yoga, dan doa yang mengajarkan pikiran untuk melepaskan pikiran yang telah menyembunyikan tubuh kebahagiaan. Untuk memasuki tubuh kebahagiaan sepenuhnya, bagaimanapun, biasanya harus dalam keadaan meditasi yang mendalam. Ketika kita berhubungan dengan tubuh bahagia, kita tahu bahwa sifat kita menyenangkan, bebas, dan mampu setiap rasa kebahagiaan dari kepuasan sederhana. Kita berada dalam tubuh yang bahagia pada saat-saat di mana kita mengenali secara visceral bukannya secara intelektual bahwa cinta adalah realitas terdalam, di luar gagasan atau konstruksi mental. Faktanya, salah satu karunia yoga terbesar adalah kekuatannya untuk membangkitkan kita pada kebahagiaan tubuh kita.

Ke lima Kosha ini dipandang sebagai manifestasi yang berbeda dan indah dari sifat universal esensial kita. Menurut filosofi yoga, ini dikenal sebagai lapisan pembungkus Atman, Keesaan universal yang tak terbatas dari semua yang ada.

Dari ke 5 lapisan tubuh itu selanjutnya di persempit menjadi 3 bagian utama :

Tubuh, Pikiran dan Jiwa

1. Tubuh Fisik

Tubuh fisik adalah unsur di mana jiwa / roh dan pikiran terkandung didalamnya. Dengan kata lain, tubuh juga dikenal sebagai penutup yang membungkus semuanya.

2. Pikiran

Pikiran (bukan Otak) adalah elemen yang diberikan kepada manusia untuk memungkinkan mereka mengenal Tuhan secara intim melalui hubungan yang tulus. Pikiran adalah yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Kita berpengetahuan, memahami, menerima, dan membedakan kebenaran melalui pikiran kita.

Pikiran mengatur aspek mental dan emosional kita. Ini merumahkan kesadaran kita – terdiri dari jiwa-jiwa Super-Sadar, Sadar dan Sadar kita. Pikiran kita memungkinkan kita untuk menyadari dunia, dan memperkuat kemampuan kita untuk berpikir dan merasakan.

3. Jiwa / Roh / Atman

Jiwa atau Roh kita tidak terlihat oleh kita, dan bagi orang lain. Sifatnya yang abadi tidak membutuhkan tubuh fisik, atau perlu menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu. Alih-alih ini mengekspresikan pencipta kehidupan, Keilahian, Sumber, Tuhan, atau Alam Semesta  melalui ekspresi kreatif dari kita masing-masing. Makhluk abadi, Roh / Jiwa / Atman kita dapat menghubungkan kita dengan sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita dan panca indera kita.

Jiwa adalah elemen yang tidak material. Ini adalah elemen utama di mana kecerdasan, emosi, dan kehendak bebas ditempatkan. Jiwa adalah elemen yang mengendalikan tubuh di tiga area ini.

Jiwa  abadi dalam arti bahwa ia tidak dapat dimusnahkan, oleh karena itu, tetap hidup bahkan jika tubuh mati secara fisik.

Jiwa kita memberi kita kemampuan pada pikiran untuk dapat berpikir, memilih, membayangkan, mengingat, dan merasakan.

Integrasi Tubuh, Pikiran dan Jiwa

Kita sekarang tahu dasar-dasar Pikiran, Tubuh dan Roh / Jiwa. Bagaimana mereka terhubung satu sama lain. Bagaimana keterhubungan mereka mempengaruhi kehidupan kita?

Sementara Tubuh, Pikiran dan Jiwa mungkin tampak terpisah, mereka masing-masing saling berhubungan erat dan bergantung satu sama lain. Ketika terintegrasi, mereka melengkapi esensi manusia yang unik.

Keterkaitan Tubuh, Pikiran dan Jiwa kita berarti bahwa ketika kita mengalami dalam satu bagian, kita mengalami di ketiganya.

Ketika kita mengalami penyakit di Tubuh kita, Pikiran dan Jiwa kita juga terpengaruh. Ketika pikiran atau ketakutan negatif muncul dalam Pikiran kita, Tubuh dan Jiwa kita juga merasa tertekan atau ‘tidak seimbang’. Ketika hubungan kita dengan Jiwa lemah, kita dapat beralih ke Pikiran dan Tubuh kita untuk menemukan jawaban.

Yang benar adalah bahwa masing-masing dari ketiga aspek kita selalu mendengarkan, dan selalu sadar. Tubuh, Pikiran dan Jiwa kita selalu hadir dalam setiap hal yang kita pikirkan atau lakukan, konsumsi atau katakan.

Karena ketiga bagian saling terkait, setiap masalah yang kita tangani harus melibatkan ketiganya. Proses ini, yang disebut ‘integrasi’, bersifat menyeluruh.

Ini adalah kembali ke keharmonisan asli dan alami antara Tubuh, Pikiran dan Jiwa. Tanpa pendekatan holistik, kita akan selalu merasa “tidak nyaman”, seperti ada sesuatu yang hilang. Kita juga lebih cenderung berfokus pada gejala, bukan pada akar masalahnya.

Dari ke 3 hal diatas kemudian secara umum di persempit lagi menjadi 2 bagian :

Tubuh Fisik dan Tubuh Halus.

Kita mungkin berpikir akan ada sedikit perbedaan antara apa yang kita alami sekarang dan apa yang akan kita alami setelah kita mati. Namun, ada perbedaan besar. Tubuh halus kita secara alami lebih dekat dengan pengalaman potensi Ilahi. Orang-orang suci dan orang bijak memberi tahu kita bahwa keadaan alami kita adalah Sukacita.

Tetapi kita tidak perlu menunggu sampai kita mati untuk mendekati potensi yang lebih tinggi, kita dapat bermeditasi dan memanfaatkannya di sini dan sekarang ini selagi tubuh fisik ini masih hidup.

Meditasi memungkinkan kita untuk mengalami ketenangan dan kegembiraan alami bagi tubuh halus kita. Konsentrasi dan keheningan juga sama efektifnya, karena mereka membuat kita melampaui aliran pikiran dan sensasi tubuh kita, membebaskan kita untuk menyadari keadaan kegembiraan alami tubuh halus kita.

Semakin kesadaran kita terpusat pada tubuh halus kita, semakin bahagia, terpenuhi, penuh kasih, penyayang, energik, dan tenang yang kita rasakan. Perluas kesadaran tentang tubuh halus, adalah rahasia kesehatan dan kebahagiaan.



Life Sloka



Berbagi adalah wujud Cinta

Berbagi pengetahuan tidak akan membuat kekurangan